Tulislah (Walaupun Kualitasnya Jelek)

Menulis, adalah salah satu bentuk ekspresi  dari pikiran manusia. Betapa banyak kita bisa mengenal pemikiran pemikiran orang terdahulu melalui tulisan tulisan mereka. Dan salah satu jenis bukti sejarah yang memang diakui adalah tulisan. Tanpa tulisan, maka kita akan hilang dari sejarah. Kita tak akan pernah tahu bagaimana sejarah suatu bangsa  melainkan dari tulisan tulisan yang ada.

Dalam agama Islam, perintah yang pertama kali turun pada makhluk Allah yang paling mulia, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah Bacalah. Ya, perintah membaca. Tapi, perintah yang Allah perintahkan pada makhlukNya yang pertama kali diciptakan, yaitu kalam (pena) adalah Tulislah. Ya, perintah menulis. Memang, ulama berbeda pendapat makhluk apakah yang pertama sekali diciptakan. Apakah ‘Arsy ataukah Pena (kalam). Terlepas dari hal ini, yang jelas Allah telah memerintahkan salah satu makhlukNya yang tertua untuk menulis. Rasulullah bersabda “Yang mula-mula diciptakan Allah ialah kalam, lalu diperintahkan Allah supaya dia menulis. Maka bertanyalah dia kepada Tuhan: “Apa yang mesti hamba tuliskan, ya Rabbi?” Allah menjawab: “Tulislah segala apa yang telah Aku takdirkan sampai akhir zaman.”(HR Imam Ahmad bin Hanbal dari A-Walid bin Ubbadah bin Samit).

Nah, jika kita menggabungkan kedua perintah Allah tadi, membaca dan menulis, maka yang dihasilkan adalah ilmu. Dengan membaca maka ilmu kita bertambah. Dan dengan menulis maka kita dapat mengikat ilmu tersebut dan menjadikannya bukti sejarah yang tak terhapuskan. Karena itu, tulislah. Tulislah segala hal. Tulislah semua ide ide brilian yang ada. Tanpa tulisan, maka orang tak akan pernah tahu apa yang ada dalam pikiran kita. Tentu kita akan malu jika cucu kita lebih mengenal pemikiran pemikiran para ilmuwan seperti Muhammad Nuh, Adam Smith, Einstein, Isaac newton,  dan ilmuwan lainnya serta tidak pernah mengenal pemikiran kakeknya sendiri. Padahal, mungkin saja suatu saat kita memiliki ide brilian yang melebihi pemikiran mereka. Kenapa hal ini terjadi? Tentu saja salah satunya karena para ilmuwan tersebut menuliskan apa yang mereka pikirkan. Sementara kita hanya membiarkan pikiran itu dalam benak dan membiarkannya hilang tertelan zaman dan kepikunan.

Tags: ,

About qivi

No body's perfect, I'm No body, so I'm perfect...

One response to “Tulislah (Walaupun Kualitasnya Jelek)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: