Sesungguhnya Dia Menyambutmu Dengan Berseri-seri

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)…” (QS : Al Hadid:16)

Pernahkah anda berpikir, atau setidak-tidaknya mencoba mensimulasikan dalam pikiran anda, kedatangan anda sangat ditunggu oleh atasan anda. Suatu pagi, sesampainya anda di kantor, kepala kantor anda menyambut anda dengan berseri-seri, kelihatan begitu berbahagia seakan akan melebihi kebahagiaan yang anda rasakan ketika mendapat penyambutan yang sedemikian hangat.

Atau mungkin, bukan kepala kantor yang menyambut anda. Tapi bahkan seorang Presiden rela datang ke kantor anda khusus untuk menyambut kedatangan anda. Ia menyambut anda dengan bahagia seakan akan dia telah menemui keluarganya yang telah lama hilang. Dia tersenyum pada anda, menyalami tangan anda, dan memberi ucapan selamat pada anda. Apa yang anda rasakan? Hmm, kalau saya sih tentu senang dan bangga. Seorang PNS yang baru seumur jagung, masih golongan II pula, disambut oleh seorang presiden secara khusus… Mungkin ini hanya ada dalam mimpi…

Tapi, pernahkah anda berpikir, sesungguhnya ada yang jauh lebih mulia dari seorang presiden, yang menyambut anda dengan berseri seri ketika anda datang ke rumahNya. Siapakah Dia? Dia adalah Allah Jalla Wa A’la.  Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda :

“Tidaklah seorang muslim berdiam diri di dalam mesjid untuk melaksanakan shalat dan berdzikir, melainkan wajah-Nya Allah berseri-seri kepadanya, layaknya orang-orang yang kehilangan keluarganya berseri-seri dengan kedatangan orang yang mereka cari-cari” (Shahih Al- Jami’ Ash Shahih, karya Syeikh Al Albani)

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu ia berkata, “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam: Tidaklah salah seorang diantara kalian berwudhu’ lalu dia menyempurnakan wudhunya kemudian dia berangkat ke mesjid dan tidak ada yang dia tuju kecuali melaksanakan shalat berjamaah di dalamnya, melainkan wajah Allah akan berseri seri kepadanya, sebagaimana orang orang yang kehilangan keluarganya berseri-seri menyambut kedatangan orang yang mereka cari-cari” (Shahih At-Targhib wa At Tarhib)

Siapakah diri kita manusia yang lemah dan faqir, sehingga Allah penguasa alam semesta, berseri-seri wajahNya sesuai dengan Kesucian dan KeagunganNya, ketika anda datang ke mesjid? Padahal amal yang kita lakukan bukanlah untukNya, namun untuk kebaikan kita sendiri.

Sungguh, betapa senang hati ketika mengetahui ada seorang pembesar negeri ini atau seorang tersohor mencintai diri kita. Namun, pernahkah kita rasakan rasa senang ketika mendatangi mesjid untuk shalat berjamaah? Atau justru yang terasa adalah beban dan rasa malas? Padahal, ketika itu Allah sedang berseri-seri wajahNya menyambut kedatangan kita.

Sungguh mulia orang-orang yang hatinya tertambat pada mesjid. Untuk itu, seorang ulama bernama Muhammad bin Wasi berkata “Tiadalah tersisa di dunia ini sesuatu yang lebih lezat dari shalat berjamaah”.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan mejadi nasehat terutama bagi diri saya dan kita semua serta menjadi motivasi untuk melakukan I’tikaf pada bulan Ramadhan ini..

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda “Allah berfirman,’Siapa yang melakukan kebajikan, maka ia mendapatkan sepuluh kali lipatnya dan ditambah. Sebaliknya, siapa yang melakukan keburukan, maka balasannya adalah keburukan yang semisalnya atau Aku ampuni. Siapa yang mendekat kepadaKu sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya satu hasta. Siapa yang mendekat kepadaKu satu hasta, maka Aku mendekat kepadanya satu depa. Siapa yang datang kepadaKu dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari. Siapa yang menemuiKu dengan membawa dosa seenuh bumi tanpa menyekutukanKu dengan sesuatu pun, maka Aku menemuinya dengan pengampunan yang sama (HR Muslim, Ahmad, dan Ibnu Majah)

Maraji’ :

– Al- Qur’anul Karim

– Hadits dan penjelasan dinukil dari buku “Celakalah Orang-orang Yang Shalat! Yaitu orang-orang yang menyia-nyiakan shalatnya “ Bagian tulisan Ahmad bin Shalih Az-Zuhraniy, Penerbit : At-Tibyan Solo, Penerjemah : Abu Ihsan Al-Atsari, dengan pengubahan seperlunya

– Shahih Hadits Qudsi, karangan Syaikh Abu Abdillah Musthafa Al Adawi, Penerbit : Darul Haq. Penerjemah : Ahmad Syaikhu.

Tags: , ,

About qivi

No body's perfect, I'm No body, so I'm perfect...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: