Archive | March 2011

PEMBEBASAN DARI PEMOTONGAN DAN PEMUNGUTAN PAJAK (PER -1/PJ/2011)

Pemotongan atau pemungutan pajak terkadang menjadi momok bagi sebagian Wajib Pajak, terutama Wajib Pajak yang usahanya baru berdiri, belum berproduksi, atau masih dalam keadaan merugi. Adanya pemotongan dan pemungutan oleh pihak lain apalagi dengan jumlah yang signifikan, tentu akan mempengaruhi arus kas si Wajib Pajak. Lha wong baru berdiri, belum ngapa-ngapain.. Eeee… kok udah pungut sana, potong sini. Belum lagi ketika menghitung SPT Tahunan nantinya. Kemungkinan besar SPT Tahunan akan menjadi SPT Lebih Bayar karena Pajak yang telah dipungut atau dipotong pihak lain lebih besar daripada pajak yang seharusnya terutang. Dan tentu kita tau, “efek samping” dari SPT Lebih Bayar adalah Pemeriksaan Pajak yang akan dilakukan oleh pihak DJP. Pemeriksaan tentu sedikit banyak akan melelahkan. Berbagai dokumen akan dipinjam, ada wawancara, belum lagi koreksi koreksi yang akan dilakukan fiskus jika ada, bisa jadi Pajak Lebih Bayar yang diharapkan bisa direstitusi, malah jadi Kurang  Bayar plus denda pula. Usaha baru berdiri, tapi nasib sudah begini. Lengkap sudah penderitaan. Read More…

DON’T JUDGE A BUILDING BY ITS APPEREANCE

Bagian dari suatu negeri yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya, dan bagian dari suatu negeri yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya (HR Muslim)

Imam Nawawi berkata : “Bagian dari suatu negeri yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya, karena masjid merupakan rumah ketaatan dan pondasi dasarnya adalah ketakwaan. Bagian dari suatu negeri yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya, sebab pasar adalah tempat berbuat kecurangan , tipu daya, sumpah palsu, pengingkaran janji, penghalangan dari zikir pada Allah dan sebagainya (Syarhun Nawawi ala Shahih Muslim) Read More…

BOLEHKAH ISTRI MEMBAYAR ZAKATNYA KEPADA SUAMINYA, JIKA SANG SUAMI TERMASUK ORANG YANG BERHAK MENERIMA ZAKAT ?

Para ulama berbeda pendapat tentang boleh tidaknya seorang wanita memberikan zakat kepada suaminya dalam dua pendapat:

Pertama, tidak boleh membayar zakat pada suaminya. Ini adalah pendapat Abu Hanifah, Imam Malik, dan sebuah riwayat dari Ahmad. Hujjah mereka dalam masalah ini:

  • Ia adalah salah seorang dari suami-istri, maka tidak boleh salah satunya membayarkan zakatnya kepada yang lainnya
  • Istri dapat mengambil manfaat dari zakat yang diberikannya kepada suaminya. Read More…

BOLEHKAH ZAKAT DIBERIKAN KEPADA ANAK ATAU ORANG TUA ??

Memberikan zakat kepada kedua orang tua atau anak – selama mereka tidak berada dalam tanggungannya, jika mereka orang yang berutang, budak yang berusaha memerdekakan dirinya, atau orang yang berperang-  adalah boleh, suatu pendapat yang terarah dan kuat. Ini adalah pendapat Syafi’iyah. Read More…