BOLEHKAH ZAKAT DIBERIKAN KEPADA ANAK ATAU ORANG TUA ??

Memberikan zakat kepada kedua orang tua atau anak – selama mereka tidak berada dalam tanggungannya, jika mereka orang yang berutang, budak yang berusaha memerdekakan dirinya, atau orang yang berperang-  adalah boleh, suatu pendapat yang terarah dan kuat. Ini adalah pendapat Syafi’iyah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah memilih bolehnya menyalurkan zakat kepada mereka, jika ia tidak mampu memenuhi nafkah mereka. Inilah pendapat yang paling jelas. Alasan jumhur ulama tidak memperbolehkan memberikan zakat pada orang yang berada dalam tanggungan karena dua alasan:

Pertama,ia sudah cukup memberikan nafkah pada keduanya.

Kedua,dengan memberikan zakat kepadanya, berarti ia mengambil suatu manfaat untuk dirinya, yaitu menghalangi kewajiban memberikan nafkah kepadanya.

 

Apabila seseorang tidak mampu sama sekali memberikan nafkah kepada mereka, atau nafkah mereka tidak menjadi tanggungannya, maka kedua alasan tadi gugur, meskipun tuntutan tetap ada. Jadi boleh memberikan zakat pada mereka. Wallahua’lam

 

Penulis Kitab Shahih Fiqh Sunnah, Syaikh Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim mengatakan “Barangkali yang dapat menguatkan pembolehan tersebut adalah hadits Ma’n Bin Yazid. Ia berkata “…dan ayahku (Yazid) pernah mengeluarkan sejumlah dinar untuk disedekahkan. Ia menitipkannya pada seseorang yang berada di mesjid, lalu aku datang dan mengambilnya. Kemudian aku datang pada ayahku dengan mebawa sejumlah dinar tersebut. Maka ia berkata, ‘Demi Allah, buka engkau yang aku maksud’. Kemudian aku mengadukannya pada Rasulullah, dan beliau mengatakan,’Engkau mendapatkan apa yang engkau niatkan, hai Yazid, dan apa yang engkau ambil menjadi hakmu, hai Ma’n’”. (HR Al Bukhari). Kemungkinan Ma’n termasuk orang yang ditanggung nafkahnya oleh ayahnya. Dengan demikian, ini merupakan hujjah bolehnya seorang ayah menyerahkan zakat kepada anaknya secara mutlak. Adapun bila ia tidak berada dalam tanggungan ayahnya, ini merupakan hujjah bolehnya seorang ayah menyerahkan zakat kepada anaknya yang tidak lagi menjadi tanggungannya. Wallahua’lam

Artikel dinukil dari, Buku Shahih Fiqh Sunnah Jilid 3 hal 97 (Penerbit Pustaka At-Tazkia), Bab Zakat, Penulis Syaikh Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim dengan pengubahan seperlunya.

Tags: , , ,

About qivi

No body's perfect, I'm No body, so I'm perfect...

One response to “BOLEHKAH ZAKAT DIBERIKAN KEPADA ANAK ATAU ORANG TUA ??”

  1. Tiara says :

    dilan ramadana ini jangan lupa kita menghitung dan menyalurkan zakat kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: