PEMBEBASAN DARI PEMOTONGAN DAN PEMUNGUTAN PAJAK (PER -1/PJ/2011)

Pemotongan atau pemungutan pajak terkadang menjadi momok bagi sebagian Wajib Pajak, terutama Wajib Pajak yang usahanya baru berdiri, belum berproduksi, atau masih dalam keadaan merugi. Adanya pemotongan dan pemungutan oleh pihak lain apalagi dengan jumlah yang signifikan, tentu akan mempengaruhi arus kas si Wajib Pajak. Lha wong baru berdiri, belum ngapa-ngapain.. Eeee… kok udah pungut sana, potong sini. Belum lagi ketika menghitung SPT Tahunan nantinya. Kemungkinan besar SPT Tahunan akan menjadi SPT Lebih Bayar karena Pajak yang telah dipungut atau dipotong pihak lain lebih besar daripada pajak yang seharusnya terutang. Dan tentu kita tau, “efek samping” dari SPT Lebih Bayar adalah Pemeriksaan Pajak yang akan dilakukan oleh pihak DJP. Pemeriksaan tentu sedikit banyak akan melelahkan. Berbagai dokumen akan dipinjam, ada wawancara, belum lagi koreksi koreksi yang akan dilakukan fiskus jika ada, bisa jadi Pajak Lebih Bayar yang diharapkan bisa direstitusi, malah jadi Kurang  Bayar plus denda pula. Usaha baru berdiri, tapi nasib sudah begini. Lengkap sudah penderitaan.

Tapi STOP, tunggu dulu, ini semua hanya imajinasi. Kenyataannya, benar-benar tidak seburuk imajinasi tadi. Dirjen Pajak, sebagai pihak yang telah diamanahkan sebagai pengumpul penerimaan Pajak, juga berfungsi sebagai pembuat kebijakan yang diharapkan bijaksana. Hal seperti ini tentu telah diantisipasi oleh DJP, dengan dikeluarkannya PER -1/PJ/2011 tentang Tata Cara Pengajuan Permohonan Pembebasan Dari Pemotongan dan/atau Pemungutan Pajak Penghasilan Oleh Pihak Lain. Dengan adanya peraturan ini, wajib pajak yang memenuhi syarat tertentu dapat dibebaskan dari pemotongan dan  pemungutan  pajak oleh pihak lain. Syukur deh kalau begitu. Kita mulai ya.

A. SIAPA SAJA YANG DAPAT DIBEBASKAN DARI PEMOTONGAN DAN PEMUNGUTAN PAJAK ?

Pihak yang dapat dibebaskan adalah Wajib Pajak yang dapat membuktikan tidak akan terutang Pajak Penghasilan karena :

a.    Mengalami kerugian fiskal, dalam hal:

1) Wajib Pajak yang baru berdiri dan masih dalam tahap investasi.

2) Wajib Pajak yang belum sampai pada tahap produksi komersial.

3) Wajib Pajak yang mengalami suatu peristiwa yang berada di luar kemampuan (force majeur), misalnya kena bencana.

b.    Berhak melakukan kompensasi kerugian fiskal. Kerugian diperhitungkan sejak tahun tahun pajak sebelumnya yang masih dapat dikompensasikan yang tercantum dalam SPT Pajak Penghasilan atau Surat Ketetapan Pajak.

c.     Pajak yang telah dan akan dibayar lebih besar dari Pajak Penghasilan yang akan terutang.

d.    Untuk Wajib Pajak yang penghasilannya hanya dikenakan pajak bersifat final (misalnya usahanya Jual beli tanah, real estate, sewa tanah atau bangunan, dll) dapat mengajukan permohonan pembebasan dari pemotongan atau pemungutan PPh yang tidak final . Contoh : Pak Ali memiliki usaha utama berupa penyewaan bangunan berupa gudang. Atas sewa gudang tersebut Pak Ali telah dikenakan PPh Psl 4(2). Suatu saat, Pak Ali menyewakan mobilnya kepada PT Adem (lihat artikel perbedaan pemotongan dan pemungutan pajak di blog ini) dan memperoleh penghasilan dari sewa mobil. Atas sewa mobil seharusnya dikenai PPh 23 sebesar 2%. Pemotongan PPh 23 atas sewa mobil ini dapat dibebaskan dengan Surat Keterangan Bebas.

B.    PENGECUALIAN OBJEK PEMBEBASAN PEMOTONGAN DAN PEMUNGUTAN

Permohonan pembebasan dari pemotongan dan pemungutan tidak berlaku terhadap pemotongan dan atau pemungutan Pajak Penghasilan yang bersifat final, walaupun wajib pajak telah memenuhi ketentuan diatas. Contoh : Pak Ali, yang tadi punya gudang, ingat kan? Gudangnya kebakaran semua, sehingga ia memulai usaha baru berupa Jasa Konsultasi Manajemen dan Keuangan pada tahun 2011. Setelah membaca artikel ini, ia pun mengajukan permohonan SKB atas PPh pasal 22 dan PPh pasal 23 (Pak Ali sangat berterima kasih kepada penulis). Suatu saat, karena masalah keuangan (Pak Ali marah kepada penulis karena telah membongkar aib usahanya), Pak Ali menjual tanahnya kepada Pak Said (Pak Said berterimakasih kepada Penulis karena telah memberikan informasi penjualan tanah). Pemotongan PPh atas penjualan tanah tidak bisa dimintai SKB karena sifatnya final.

C.    BAGAIMANA CARA PERMOHONAN PEMBEBASAN PEMOTONGAN DAN PEMUNGUTAN TSB?

Berikut ini adalah tahap yang dilakukan jika anda ingin mendapatkan SKB (Surat Keterangan Bebas) :

1.    Permohonan pembebasan dari pemotongan atau pemungutan diajukan secara tertulis kepada Kepala KPP tempat WP terdaftar dengan syarat telah menyampaikan SPT PPh Tahun Pajak terakhir sebelum tahun diajukan permohonan, kecuali WP yang mengalami kerugian fiskal.

2.    Permohonan diajukan untuk setiap pemotongan atau pemungutan PPh Pasal 21, Pasal 22, Pasal 22 impor, dan/atau PPh pasal 23 dengan formulir yang disediakan dalam PER-1/PJ/2011.

3.    Permohonan harus dilampiri penghitungan Pajak Penghasilan yang diperkirakan akan terutang.

D.    JANGKA WAKTU KELUARNYA KEPUTUSAN

Kepala KPP atas nama Dirjen Pajak harus menerbitkan keputusan berupa :

a.    Surat Keterangan Bebas (SKB); atau

b.    Surat penolakan permohonan SKB

paling lama 5 hari kerja sejak permohonan diterima lengkap. Jika dalam jangka waktu 5 hari kerja tidak ada keputusan maka permohonan WP dianggap diterima dan KPP wajib menerbitkan SKB dalam jangka waktu 2 hari kerja setelah jangka waktu terlewati. Intinya paling lama dalam 7 hari kerja keputusan udah keluar. Dengan adanya jangka waktu ini, akan ada kepastian hukum bagi WP.

E.    JANGKA WAKTU BERLAKUNYA SKB

Surat Keterangan Bebas berlaku sampai dengan berakhirnya tahun pajak yang bersangkutan.

Demikian sekelumit kisah romansa namun picisan dari cara pengajuan permohonan pembebasan pemotongan dan/atau pemungutan pajak dari pihak lain. Semoga artikel ini berguna dalam menambah wawasan nusantara kita semua.

NB :    – Bagi yang suka teori konspirasi, kemungkinan yang telah membakar gudang-gudangnya Pak Ali adalah Pak Said…

–    Mhn maaf jika terdapat kesamaan dalam nama, kisah antara Pak Ali dan Pak Said ini hanyalah fiktif belaka.

Aturan mengenai hal ini bisa dilihat di http://www.ortax.org/ortax/?mod=aturan&page=show&id=14542

Tags: , , , , ,

About qivi

No body's perfect, I'm No body, so I'm perfect...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: